5 (Lima) Negara di Eropa yang ‘Layak Huni’ Menurut Indikator-Indikator UNDP

Dalam memilih negara untuk dihuni, tentunya kita mesti memperhatikan banyak sekali indikator atau kriteria yang telah kita pilih, baik itu kualitas; keamanannya, kultur, norma, tata kota, keindahan arsitektur nya, keaindahan alamnya, kebersihannya, hingga hal trivial seperti jenis-jenis makanan yang umum dijumpai di negara tersebut. Perihal indeks ‘layak huni’ tentunya banyak negara-negara maju di Eropa serta kota-kota nya yang masuk ke dalam kriteria itu. Seperti hal nya Vienna, Austria yang dianggap sebagai kota paling layak huni tahun 2019 dan 2020 menurut The Economist.

Indikator-indikator di atas seperti keindahan alam, kultur dll. tentu penting untuk dimasukan sebagai kriteria untuk memilih negara yang layak huni. Akan tetapi indikator-indikator dari UNDP seperti kualitas Indeks Pembangunan Manusia, Indeks Pendidikan, Keamanan dll. tentu tidak kalah penting untuk dimasukan sebagai faktor penentu untuk memilih negara-negara layak huni tadi. Berikut ialah 5 (lima) negara di Eropa yang tergolong mempunyai skor indikator-indikator UNDP yang baik.

(Catatan: negara-negara di bawah ini diurutkan berdasarkan skor Indeks Pembangunan Manusia)

1. Norwegia

Photo by Tobias Bju00f8rkli on Pexels.com

Norwegia memiliki skor Indeks Pembangunan Manusia sebesar 0,957 yang menandakan jika kualitas pendidikan di sana sangatlah baik, serta ekspektasi hidup yang cukup panjang. Jika kita lihat data nya, rata-rata ekspektasi hidup di sana ialah 82,4 tahun, terbilang cukup panjang. Rata-rata tahun ekspektasi orang-orang bersekolahnya pun mencapai 18 tahun lalu rata-rata tahun orang bersekolahnya mencapai 12,9 tahun. Hal ini menandakan warga Norwegia kebanyakan mengenyam bangku perkuliahan dan berekspektasi tinggi soal jenjang pendidikan mereka.

GNP Per Kapita dari Norwegia mencapai 66.494 USD, menandakan warga Norwegia sangatlah berkecukupan. Koefisien gini nya pun hanya 27,0 yang menandakan tidak begitu banyak terjadi ketimpangan pendapatan di antara warga Norwegia. Terlebih lagi, sistem asuransi kesehatan di Norwegia sangatlah baik dan didanai oleh publik via pajak. Tentunya pajak di sana terbilang tinggi (lebih tinggi dari Indonesia). Personal Income Tax Rate di Norwegia mencapai 38,2% per tahun 2021. Selain itu, norwegia pun hanya menghasilkan sekitar 42,44 juta ton emisi CO2 ke udara per tahun 2019. Angka tersebut cukup rendah, mengetahui Norwegia adalah rumah dari salah satu perusahaan besar minyak Eropa, yakni Equinor.

Rangkuman (per-tahun 2019)

  • Populasi : 5.465.630 jiwa
  • Indeks Pembangunan Manusia : 0,957
  • Ekspekstasi hidup : 82,4
  • Tahun Ekspektasi Orang Bersekolah : 18,1 tahun
  • Rata-rata tahun orang bersekolah : 12,9 tahun
  • GNI per Kapita : 66.494 USD
  • Koefisien Gini : 27,0
  • Emisi CO2 per tahun : 42,44 juta ton
  • Indeks Persepsi Korupsi : 84
  • Indeks Kebahagiaan : 7,488

2. Irlandia

Photo by Luciann Photography on Pexels.com

Sebagian dari kalian mungkin akan mengira jika di posisi ke dua akan ditempati oleh negara skandinavia lainnya. Akan tetapi secara skor Indeks Pembangunan Manusia, Irlandia berada di posisi runner-up klasemen UNDP dengan 0,955. Tidak jauh dari angka Norwegia. Namun perihal GNP per capita nya, Irlandia ternyata lebih tinggi sekitar 1877 USD daripada Norwegia. Perihal indeks korupsi persepsi pun, Irlandia memiliki skor yang baik yakni 72, menandakan pemerintahannya yang cukup bersih dari tindak pidana korupsi. Berbeda misalnya dengan Indonesia yang Indeks Persepsi Korupsinya hanya 37 (hampir penuh dengan maling). Irlandia pun memiliki Indeks Kebahgiaan yang cukup tinggi. Tentunya dengan GNP per capita Irlandia yang sedemikian tinggi, rasanya kebahagiaan akan sedikit lebih mudah untuk diraih para warga nya.

Rangkuman (per-tahun 2019)

  • Populasi : 4.982.907 jiwa
  • Indeks Pembangunan Manusia : 0,955
  • Ekspektasi hidup : 82,3 tahun
  • Tahun Ekspektasi Orang Bersekolah : 18,7 tahun
  • Rata-rata tahun orang bersekolah : 12,7 tahun
  • GNI per Kapita : 68.371 USD
  • Koefisien Gini : 32,8
  • Emisi CO2 per tahun : 37,12 juta ton
  • Indeks Persepsi Korupsi : 72
  • Indeks Kebahagiaan : 7,094

3. Switzerland

Photo by Tranmautritam on Pexels.com

Switzerland tidak hanya dikaruniai alam yang indah, kemahsyuran pegunungan alpen, namun juga dikaruniai pemerintahan yang baik, yang berhasil mebawa Swiss ke dalam negara papan atas dalam indikator-indikator UNDP. 8,7 juta warga Swiss diberkahi oleh pemerintahan yang ciamik, yang berhasil mendapatkan skor indeks persepsi korupsi yang amat baik, sebesar 85/100. Indeks pembangunan manusianya pun sama dengan Irlandia dengan skor 0,955. Friedlingstein et al. (2020) juga melaporkan jika emisi karbon per tahun dari Swiss hanya 37,68 juta ton. Meski tidak didorong oleh direktif UE, komitmen dari pemerintah Swiss soal ini terlihat jelas dari kurva emisi nya yang terus menurun. Dengan angka ekspektasi hidup hingga 83,8 tahun dan angka kebahagiaan yang mencapai 7,56 ditambah GNP per capita tertinggi ke-3 di dunia (menurut data UNDP), Swiss terbukti menjadi salah satu negara terbaik untuk dihuni di daratan Eropa maupun dunia.

Rangkuman (per-tahun 2019)

  • Populasi : 8.715.494 jiwa
  • Indeks Pembangunan Manusia : 0,955
  • Ekspektasi hidup : 83,8 tahun
  • Tahun Ekspektasi Orang Bersekolah : 16,3 tahun
  • Rata-rata tahun orang bersekolah : 13,4 tahun
  • GNI per Kapita : 69.394 USD
  • Koefisien Gini : 32,7
  • Emisi CO2 per tahun : 37,68 juta ton
  • Indeks Persepsi Korupsi : 85
  • Indeks Kebahagiaan : 7,560

4. Islandia

Photo by Matt Hardy on Pexels.com

Banyak orang mengetahui Islandia dari alam nya yang unik dan indah, energi geotermal nya, serta dari eksistensi band Sigur Ros. Islandia yang terlihat seperti terisolasi dari daratan utama Eropa, ternyata tidak serta merta menjadikan kehidupan negara tersebut menjadi sulit. Dengan koefisien gini yang hanya 26,8, seakan seperti tidak ada kesenjangan di antara 300 manusia yang hidup di Islandia. Indeks kebahagiaan nya pun terbilang tinggi. Dengan skor indikator yang baik, dan lagi-lagi dengan eksistensi Sigur Ros dan alam yang unik, Islandia layak menjadi salah satu negara layak untuk ditinggali.

Rangkuman (per-tahun 2019)

  • Populasi : 343.353 jiwa
  • Indeks Pembangunan Manusia : 0,949
  • Ekspektasi hidup : 83,0 tahun
  • Tahun Ekspektasi Orang Bersekolah : 19,1 tahun
  • Rata-rata tahun orang bersekolah : 12,8 tahun
  • GNI per Kapita : 54.682 USD
  • Koefisien Gini : 26,8
  • Emisi CO2 per tahun : 3,32 juta ton
  • Indeks Persepsi Korupsi : 75
  • Indeks Kebahagiaan : 7,504

5. Jerman

Photo by Pixabay on Pexels.com

Jerman adalah negara yang terbilang cukup tua yang telah melalui berbagai macam hal (baik & buruk). Negara yang terkenal super presisi dan efisien ini adalah salah satu mesin utama penggerak ekonomi di daratan Eropa. Jerman berhasil menjadi salah satu eksportir utama dunia yang tidak hanya menghasilkan banyak produk otomotif seperti Volkswagen, Daimler AG, dan BMW, tetapi juga produk jasa finansial seperti Deutsche Bank, atau farmasi seperti Bayer. Jerman pun dengan efisiensi nya, berhasil menghasilkan skor Indeks Pembangunan Manusia sebesar 0,949. Dengan populasi yang mencapai 83 juta dan tingkat produktifitas sektor manufaktur yang luar biasa tinggi, Jerman hanya menghasilkan 701,96 juta ton CO2 per tahunnya, dan kurva nya pun makin landai. Tentu hal ini dikarenakan komitmen pemerintah Jerman dan Uni Eropa yang secara tidak langsung ‘dipimpin’ oleh Jerman sendiri.

Rangkuman (per-tahun 2019)

  • Populasi : 83.900.473 jiwa
  • Indeks Pembangunan Manusia : 0,947
  • Ekspektasi hidup : 81,3 tahun
  • Tahun Ekspektasi Orang Bersekolah : 17,0 tahun
  • Rata-rata tahun orang bersekolah : 14,2 tahun
  • GNI per Kapita : 55,314 USD
  • Koefisien Gini : 31,9
  • Emisi CO2 per tahun : 701,96 juta ton
  • Indeks Persepsi Korupsi : 80
  • Indeks Kebahagiaan : 7,076

Negara-negara di atas diurutkan berdasarkan skor Indeks Pembangunan Manusia dari UNDP, yang tentunya tidak menggambarkan urutan tingkat layak huni yang sesungguhnya. Banyak sekali metriks/indikator lain yang harus masuk ke dalam pertimbangan dalam menentukan ke-layak-hunian suatu negara baik itu indikator kualitatif maupun kuantitatif. Akan tetapi indikator-indikator di atas dapat menjadi acuan tambahan untuk menentukan indeks utamanya yakni ‘tingkat layak huni’ suatu negara yang terkadang bisa subjektif. Hal ini dikarenakan kehadiran indeks kualitatif yang dapat berbeda preferensinya dari tiap individu peniliai.

P.S. : selain dari 5 negara di atas, 5 negara Eropa lainnya yang terbilang baik secara indeks-indeks tadi ialah Swedia, Belanda, Denmark, Finlandia, Luxembourg. Finlandia dan Denmark dalam hal ini adalah yang teratas dalam skor Indeks persepsi korupsi (Denmark : 88 & Finlandia: 85). Denmark (dan Selandia Baru) adalah negara yang paling tidak korup se-dunia. Dan Finlandia, dengan indeks kebahagiaan Gallop yang mencapai 7.809, adalah negara paling bahagia se-dunia, disusul Denmark dengan skor 7,646.

Negara-negara Eropa memang luar biasa bukan?

Zulfikar Singadikerta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s