Swedia: Aktivis sayap kanan membakar salinan Alquran, merencanakan lebih banyak aksi

Translated from Al Jazeera

Anggota kelompok sayap kanan Denmark membakar salinan Alquran di Swedia, hanya beberapa hari setelah insiden serupa di kota selatan Malmo. Sebuah video yang diposting oleh pemimpin kelompok Stram Kurs (Garis Keras) menunjukkan seorang pria membakar kitab suci Muslim di lingkungan Rinkeby.

Rinkeby, di ibu kota Stockholm, memiliki populasi Muslim dan pendatang yang besar. “Hari ini, Stram Kurs, membakar Alquran dalam ghetto lubang sialan Swedia Rinkenby,” tulis Rasmus Paludan di Facebook.

“Banyak penjahat mengatakan bahwa kami tidak akan pernah bisa melakukan ini. Tapi kami melakukannya. Islam adalah agama yang jahat dan primitif yang tidak memiliki tempat di Denmark, Swedia atau masyarakat beradab lainnya,” tambahnya. Kelompok tersebut sebelumnya telah meminta izin kepada polisi untuk membakar Alquran di Rinkeby tetapi permintaan itu ditolak.

Tindakan terbaru datang di tengah laporan bahwa partai tersebut merencanakan lebih banyak demonstrasi di lima pinggiran kota Stockholm pada 12 September. Menurut Euronews, anggota komunitas Muslim Swedia mengadakan pertemuan pada hari Selasa untuk membahas bagaimana menangani demonstrasi akhir pekan ini.

“Kesimpulannya adalah untuk mendorong tindakan ramah dan tenang,” kata Mahmoud Khalfi, seorang imam, kepada Euronews. “Seseorang seharusnya tidak bereaksi dengan keras, tetapi mengabaikannya saja.” Kelompok Muslim melakukan kontak dengan polisi Swedia tentang pembatasan keamanan untuk masjid di Stockholm pada hari Sabtu, kata Khalfi.

Sekitar seminggu yang lalu, aktivis sayap kanan telah membakar Alquran di Rosengard, juga lingkungan dengan populasi migran yang besar, di Malmo. Setelah peristiwa tersebut, sekitar 300 orang memprotes tindakan sayap kanan, di mana setidaknya 10 orang ditangkap dan beberapa petugas polisi terluka.

Paludan dijadwalkan untuk berbicara di acara Malmo tetapi dilarang memasuki negara itu, dan kemudian dilarang selama dua tahun. Paludan, yang dikenal dengan aksi Islamofobia, tahun lalu menarik perhatian media karena membakar Alquran yang dibungkus dengan bacon. Pada bulan Juni, Paludan dijatuhi hukuman tiga bulan penjara di Denmark atas berbagai pelanggaran undang-undang ujaran kebencian.



Categories: Politik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: